Gomen ne Seishun : Maafkan aku, Masa Muda


Title : Gomen ne Seishun
Released : 12 Oktober 2014
Genre : School, Comedy
Episode : 10

Cast :

Ryo Nishikido as Hara Heisuke
Hikari Mitsushima as Risa Hachiya
Shigeoka Daiki as Yuzuru Ebizawa
Reina Triendl as Yamato Brickenstock Kyoko
Rina Kawaei as Ai Jinbou
Yuina Kuroshima as Takako Nakai
Aoi Morikawa as Amari Abe
Jin Shirazu as Tsukasa Akishima
Yuma Yamoto as Yutaka Furui (Hitori Crows)
Ryo Ryusei as Takashi Ohki
Yuta Koseki as Mamoru Mukai (Cosme)
Maki Sakai as Mai Awashima (Donmaii-sensei)
Kento Nagayama as Satoshi Tsutaya
Haru as Yuko Hachiya

Sinopsis

Heisuke Hara (Ryo Nishikido) bekerja sebagai guru di SMA Toukou yaitu sekolah menengah khusus anak laki laki. Suatu hari karena penurunan jumlah pendaftar maka SMA Toukou berencana untuk bergabung dengan SMA Mishima yaitu sekolah Katholik khusus untuk perempuan. Setelah pengabungan sekolah, festival budaya menjadi event pertama sejak tergabungnya kedua sekolah ini. Heisuke Hara berusaha untuk membuat festival ini berjalan dengan baik.

SMA Toukou dan SMA Mishima adalah sekolah yang berada di Prufektur Shizuoka, jarak sekolah mereka pun hanya terpaut 100 meter namun kedua sekolah ini saling bermusuhan. 14 Tahun lalu ketika Heisuke masih bersekolah di Toukou, dia melihat sahabatnya Satoshi (Kento Nagayama) dan Gebetannya Yuko Hachiya (Haru) berciuman di atap gedung sekolah Mishima. Setelah itu Heisuke menembakan 20 kembang api ke gedung sekolah Mishima yang menyebabkan gedung sekolah itu terbakar. Namun penyebab kebakaran belum diketahui motifnya akhirnya Satoshi dan Yuko selaku siswa Toukou dan Mishima ditetapkan sebagai pelaku karena mereka berada di Gedung Sekolah saat kejadian. SMA Mishima pun mengalami kerugian yang sangat besar dari kebakaran itu. Tak lama setelah kejadian itu Satoshi dan Yuko menghilang dari Shizuoka. Setelah kejadian itu mulai bermunculan kabar burung bahwa bila ada siswa Toukou dan Mishima yang berhubungan maka akan terjadi musibah. Akhirnya sekolah Mishima memperketat aturan,  bila ada murid Mishima yang ketahuan berhubungan dengan murid Toukou maka dia akan dihukum.

14 Tahun telah berlalu dan hubungan Mishima dan Toukou masih belum berubah. Mishima yang masih terpaku dengan aturan mereka menjauhi anak anak Toukou namun disisi lain Toukou sangat tergila dengan murid murid Mishima karena menurutnya murid murid Mishima sangat cantik cantik. Mungkin faktor lingkungan mereka juga yang dipenuhi oleh laki-laki dan hanya Donmaii-sensei (Maki Sakai) yang perempuan di Toukou. dan setelah kabar penggabungan sekolah ini beredar, Heisuke sangat mendukung program ini karena dia ingin menyatukan Toukou dan Mishima yang menurutnya dibatasi oleh aturan lama yang tidak jelas.

Kelas pun terbagi dengan kelas Heisuke dan setengan muridnya dipindahkan ke Mishima dan sebagai gantinya Toukou mendapatkan setengan murid Mishima dan Risa Hachiya (Hikaru Mitsushima) sebagai guru dari sekolah Mishima. Semuanya berjalan lancar untuk kelas barunya Hachiya-sensei. Namun sebaliknya, dengan kedatangan Heisuke mengundang keributan yang terjadi di kelas barunya. Bisakah Heisuke mengatasi masalah ini?

Review

First Impression aku ketika melihat dorama ini dengan judulnya yang memcerminkan ke genre komedi namun covernya terlihat kedua kubu dengan kedua agama yang berbeda yang ngebuatku "lain kali aja deh nontonnya". Tapi setelah aku nonton mulai dari episode pertama di menit awal ada patung buddha yang bertindak sebagai narator nyeritain tentang dorama ini. Walaupun terasa aneh karena ada patung bisa ngomong tapi itu hanyalah suara dubbing dari ibunya Heisuke yang telah meninggal jadi patung itu dapet bagian pas prolog sama kalo Heisuke lagi galau aja. Dan penyampaian dari Naratornya sangat lepas jadi kesan awalnya dorama ini nggak ngebosenin. Dan kehidupan Toukou yang liar, blak-blakan dan terkadang mesum mengingatkanku dengan anime Danshi Koukousei no Nichijou yang menikmati masa mudanya selama sekolah dengan mencari pacar namun nggak kesampaian wkwkwk.

Setelah penggabungan sekolah, murid Toukou maupun Mishima mengalami masa muda mereka. Murid Mishima perlahan lahan mulai menerima Murid Toukou dan diam diam tumbuh benih benih cinta diantara mereka. Dan ketika persiapan festival budaya mereka saling berbagi pikiran, saling bercanda seperti Sekolah umum  yang lain tanpa memperhatikan perbedaan. Selain itu kisah cinta mereka pun masih setengah hari jadi kadang suka gampang pindah hati wkwkwk. Mulai dari hubungan Ebizawa dan Amari yang sempat pergi ke hotel cinta (waduh mau ngapain tuh wkwkwk), namun setelah penggabungan kelas Amari menjadi pindah hati dan menyukai si Ketua Kelas (lupa namanya) tapi akhirnya mah balik lagi sama Ebizawa. Kemudia si Ketua kelas ini ternyata jatuh cinta sama Hachiya-sensei tapi akhirnya si ketua kelas berpacaran dengan Murai (Yaoi anjir wkwkwkwk) meskipun yaoi tapi mereka tetap menjalani hubungan mereka setidaknya sampai akhir episode wkwkwk. Kemudian Hachiya-sensei ternyata menyukai Heisuke karena keyakinannya dengan mitos? Banyak kisah cinta mereka yang terjadi setelah penggabungan kelas ini. Walaupun kepribadiannya dikelas galak dan dikenal dengan julukan 'Risa si Harimau Hitam' tapi Hachiya-sensei mempunyai sisi feminimnya juga wkwkwkk mungkin dari situ saya menyukai peran Hachiya-sensei. Kemudian Heisuke yang perlahan lahan mulai bisa melupakan Yuko tiba tiba dipertemukan dan karena itu dia semakin ingin mengaku kalau dialah pelaku kebakaran gedung sekolah Mishima 14 tahun yang lalu. Bagaimana kelanjutannya? mending disimak aja

Overall dorama ini bisa dibilang lengkap dari komedinya dapet, romancenya juga, dan terkadang di akhir pertemuan Heisuke suka ngasih pesan moral kepada muridnya. Pokonya dorama ini aku rekomendasikan ke kalian untuk yang suka genre komedy romance meskipun pas aku liat ratingnya lumayan rendah tapi itu kembali ke selera masing masing. Oh iya, disamping unsur kedua sekolah ini yang menganut agama yang berbeda tolong untuk dikesampingkan hal itu, jangan terlalu sensitif atau trigger. Tontonlah dengan bijak dan dengan kepala terbuka Karena dorama ini hanya untuk menghibur penonton doang.

Comments